![]() |
| Kondisi Jalan Yang Ambruk Saat diterjang Ombak |
PEUREULAK– Kondisi pesisir pantai di Gampong Kuala Bugak, Kecamatan Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, kian memprihatinkan akibat terjangan abrasi air laut yang terus mengikis daratan. Pengikisan tanah yang terjadi secara masif ini mulai mengancam fasilitas umum, akses jalan warga, hingga area pemukiman di sepanjang garis pantai.
Berdasarkan pantauan di lokasi, terjangan ombak telah meruntuhkan struktur tanah dan merusak pembatas pantai alami. Material tanah bercampur kerikil tampak longsor, menyisakan rongga-rongga curam yang membahayakan keselamatan warga sekitar serta pengguna jalan. Sejumlah pohon pelindung pantai dan ranting-ranting kayu juga ikut tumbang tergerus arus laut.
Kepala Desa (Keuchik) Gampong Kuala Bugak, **Teuku Fauzi**, menyatakan bahwa pihak pemerintah desa bersama warga terus memantau pergerakan abrasi yang kian mendekati kawasan vital desa. Menurutnya, jika tidak segera ditangani dengan pembangunan infrastruktur pelindung pantai yang permanen, dampak kerusakan dipastikan akan meluas.
"Kondisi ini memerlukan perhatian serius dan intervensi cepat dari pemerintah daerah maupun instansi terkait. Kami sangat mengharapkan adanya pembangunan *breakwater* (pemecah gelombang) atau tanggul penahan ombak yang kokoh guna menyelamatkan daratan dan pemukiman warga kami," ujar Keuchik Teuku Fauzi.
Saat ini, warga setempat hanya bisa melakukan upaya kedaruratan secara swadaya dengan menumpuk batu-batu alam dan material seadanya di kaki tebing yang longsor. Namun, langkah tersebut dinilai kurang efektif menahan hantaman ombak besar, terutama saat memasuki musim pasang tertinggi.
Masyarakat Gampong Kuala Bugak berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan peninjauan dan merealisasikan solusi jangka panjang demi keselamatan dan keberlangsungan ekonomi warga pesisir.
*(Red)*

