Faktaberita24.com -- Aceh Timur – Senin, 9 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan bantuan stimulan bagi rumah rusak akibat banjir, baik rusak ringan maupun rusak berat, akan diupayakan cair sebelum Lebaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Timur, Syahrizal Fauzi, mengatakan pihaknya saat ini masih menunggu proses sanggahan data dari masyarakat. Bagi warga yang datanya tidak mendapat sanggahan, pembayaran akan diprioritaskan untuk segera dicairkan.
“Stimulan rumah rusak ringan maupun berat akan kita upayakan sebelum Lebaran. Saat ini kita masih menunggu proses sanggahan. Bagi yang tidak ada sanggahan, akan kita keluarkan secepatnya,” ujar Syahrizal Fauzi, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, pencairan bantuan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama diupayakan selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri, sementara tahap kedua akan dilaksanakan setelah Lebaran.
“Untuk tahap kedua akan kita laksanakan setelah Lebaran. Kita usahakan prosesnya secepat mungkin, dan bagi yang tidak ada sanggahan akan segera kita bayarkan,” tambahnya.
Diketahui, Plt merupakan singkatan dari Pelaksana Tugas, yaitu pejabat yang ditunjuk untuk menjalankan tugas rutin kepala instansi ketika pejabat definitif berhalangan atau jabatan sedang kosong.
Pada Januari 2026, Syahrizal Fauzi ditunjuk sebagai Plt Kepala BPBD Aceh Timur menggantikan pejabat sebelumnya. Dalam kapasitasnya sebagai Plt, ia bertugas memimpin operasional penanggulangan bencana serta menjalankan administrasi lembaga.
Adapun tugas utama BPBD meliputi penanganan bencana mulai dari tahap pra-bencana, saat bencana terjadi, hingga proses pemulihan pascabencana. Penunjukan Plt Kepala BPBD Aceh Timur juga bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak banjir besar beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Dedi Saputra, SH, pemerhati sosial sekaligus pejuang korban banjir, meminta kepada Kepala BNPB, BPBD, dan Pemerintah Aceh Timur agar penyaluran bantuan stimulan dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat tanpa menyulitkan warga.
“Kami berharap dana bantuan tersebut dapat disalurkan secara langsung kepada masyarakat yang terdampak, sehingga dapat segera dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah mereka sendiri tanpa harus melalui proses bon toko dan lain yang menyulitkan,” ujar Dedi Saputra.

