Aceh Timur — Warga di beberapa wilayah dalam Kabupaten Aceh Timur mengeluhkan macetnya distribusi air bersih dari PDAM Tirta Peusada yang sudah berlangsung hampir sebulan terakhir. Kondisi ini membuat aktivitas rumah tangga masyarakat terganggu, terutama di tengah musim kemarau.
Salah satu warga, Saiful, menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari karena suplai air dari PDAM tidak mengalir seperti biasanya.
“Kami sangat berharap kepada Bupati Aceh Timur agar persoalan ini segera diselesaikan. Air adalah kebutuhan pokok, kalau tidak ada kami harus mengadu ke mana lagi,” ujar Saiful.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, kak mah. Ibu rumah tangga ini menilai pemerintah daerah perlu segera turun tangan agar kebutuhan dasar air bersih bagi kami masyarakat dapat terpenuhi.
“Kasihan masyarakat kecil, harus membeli air dari mobil pengecer dengan harga yang cukup mahal, bisa mencapai puluhan ribu rupiah per blong. Ini sangat memberatkan,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan dan keterangan warga, gangguan distribusi air bersih ini terjadi di beberapa kawasan di Aceh Timur dan semakin terasa dampaknya di musim panas saat dan kemarau ini.
Sementara itu, salah seorang karyawan PDAM Tirta Peusada yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa macetnya distribusi air disebabkan oleh kerusakan pada pompa distribusi yang belum diperbaiki.
Di sisi lain, sumber internal tersebut juga menyebut adanya persoalan internal yang turut memengaruhi kinerja. Ia mengaku sejumlah karyawan belum menerima gaji sejak Februari, sehingga berdampak pada menurunnya semangat kerja.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen PDAM Tirta Peusada maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terkait langkah penanganan yang akan diambil.
Masyarakat berharap permasalahan ini dapat segera diselesaikan agar kebutuhan air bersih kembali normal dan tidak terus membebani warga, khususnya warga yang menjadi pelanggan tetap PDAM dari kalangan ekonomi lemah.
