![]() |
| Foto.Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al- Farlaky, S.H.I, M.Si , meninjau jembatan gantung di Kecamatan Simpang Jernih(emiljunior) |
Faktaberita24.Com.,Aceh Timur --Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al- Farlaky, S.H.I, M.Si , melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Simpang Jernih, Selasa, 24 Februari 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati meninjau langsung jembatan gantung penghubung Desa Batu Sumbang dan Desa Pante Kera. Ia juga melihat progres pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana.
Selain meninjau infrastruktur, Bupati turut menyerahkan dua unit perahu untuk mendukung akses transportasi masyarakat di wilayah pedalaman.Kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim serta paket bantuan untuk masyarakat.
“Hari ini saya melakukan kunjungan kerja untuk meninjau pembangunan jembatan gantung. Nantinya jembatan ini akan diresmikan secara serentak, dan tanggal serta waktunya akan ditentukan kemudian,” ujar Al-Farlaky.
Pada kesempatan itu, Bupati bersama AQL (Ar-Rahman Quranic Learning Center) menyerahkan perahu kepada Kecamatan Simpang Jernih yang selanjutnya akan dialokasikan ke desa-desa yang membutuhkan.
Ia menegaskan, perahu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ambulans sungai guna mendukung pelayanan darurat bagi masyarakat.
“Saya hari ini juga menyerahkan perahu ke Kecamatan Simpang Jernih yang nantinya dialokasikan ke desa yang membutuhkan. Termasuk bisa difungsikan sebagai ambulans sungai. Ini bukan untuk dikelola pribadi, tetapi harus ada yang bertanggung jawab dan dikelola oleh desa,” tegasnya.
Bupati menekankan bahwa perahu tersebut tidak boleh dijadikan sarana bisnis. Penggunaannya tidak boleh dipungut biaya, kecuali sebatas untuk mendukung operasional seperti pembelian BBM dan biaya perawatan.
“Tidak boleh dibisniskan. Ini tidak dibenarkan. Yang diperbolehkan hanya untuk mendukung operasional, seperti BBM dan perawatan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menyusul bantuan perahu tambahan sesuai hasil identifikasi kebutuhan di lapangan, baik dari segi ukuran maupun spesifikasi.
“Silakan disampaikan kebutuhan riilnya, apakah ukuran seperti ini sudah sesuai atau perlu disesuaikan lagi,” tambahnya.
Terkait pembangunan huntara, Bupati menjelaskan bahwa proses pengerjaan sedang berlangsung dan dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Usai penyerahan perahu, Bupati bersama rombongan langsung meninjau progres pembangunan tersebut.
“Pembangunan huntara di Simpang Jernih sedang dalam proses pengerjaan oleh BNPB. Sebentar lagi kita akan meninjau langsung progresnya,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan komitmennya terhadap kelestarian hutan di wilayah Simpang Jernih. Ia merespons permintaan tokoh masyarakat setempat agar pemerintah kabupaten lebih peduli terhadap adanya aktivitas illegal logging di pedalaman hutan.
Menurutnya, Simpang Jernih merupakan wilayah yang masih asri dan perlu dijaga kelestariannya untuk generasi mendatang.
“Kita tentu mendukung penuh apa yang diminta tokoh masyarakat terkait aktivitas illegal logging. Kita menolak keras hal tersebut, apalagi wilayah Simpang Jernih hutannya masih asri dan perlu dirawat untuk anak cucu kita,” pungkas Al-Farlaky.(emiljunior)

