Jenuh Menunggu Air Mengalir, Warga Ranto Peureulak Minta Pipa PDAM Diputus
“Kalau memang PDAM Tirta Peusada tidak konsisten mengelola dan menyalurkan air bersih untuk masyarakat Ranto Peureulak, kami minta jaringan pipanya diputus saja. Supaya masyarakat tidak berharap lagi dengan air PDAM,” ujar Effendi.
Faktaberita24.com. --Aceh Timur -- Kesabaran masyarakat Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, dalam menunggu kepastian pelayanan air bersih dari Perumda Tirta Peusada mulai mencapai batasnya.
Warga Desa Pulo Blang bahkan meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Perumda Tirta Peusada mengambil keputusan tegas. Jika memang tidak mampu memberikan pelayanan air bersih secara konsisten, warga meminta jaringan pipa PDAM ke wilayah Ranto Peureulak diputus.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai bentuk kekecewaan warga yang mengaku sudah terlalu lama berharap air PDAM mengalir normal ke permukiman mereka.
Salah seorang perwakilan warga Ranto Peureulak, Effendi, mengatakan masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar harapan.
“Kalau memang PDAM Tirta Peusada tidak konsisten mengelola dan menyalurkan air bersih untuk masyarakat Ranto Peureulak, kami minta jaringan pipanya diputus saja. Supaya masyarakat tidak berharap lagi dengan air PDAM,” ujar Effendi.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat. Air dibutuhkan setiap hari untuk minum, memasak, mandi, mencuci pakaian, berwudhu serta berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Jangan masyarakat terus menunggu dan berharap air akan mengalir, tetapi kenyataannya tidak ada kepastian. Kami ingin pelayanan yang jelas,” katanya.
Hal senada disampaikan Geuchik Pulo Blang, Samsul Bahri, SP. Ia menyebutkan masyarakat sangat membutuhkan keberadaan air bersih, terutama ketika berbagai kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat sedang berlangsung.
“Kami sangat berharap pemerintah dan PDAM memberikan solusi. Masyarakat membutuhkan air bersih, apalagi sekarang memasuki suasana kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal. Banyak kegiatan masyarakat yang membutuhkan ketersediaan air,” ujar Samsul Bahri.
Ia meminta persoalan pelayanan air bersih di Ranto Peureulak tidak dibiarkan berlarut-larut.
Menurutnya, apabila jaringan PDAM tetap dipertahankan, maka harus ada kepastian bahwa pelayanan benar-benar dapat diberikan kepada masyarakat secara layak dan konsisten.
“Kalau memang masih bisa diperbaiki, kami minta segera diperbaiki dan pelayanan dipastikan berjalan. Tetapi kalau memang tidak sanggup melayani, jangan biarkan masyarakat terus berharap. Berikan keputusan yang jelas,” tegasnya.
Kekecewaan warga semakin terasa karena air bersih bukan kebutuhan tambahan, melainkan kebutuhan pokok yang harus tersedia setiap hari.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dapat memanggil pihak Perumda Tirta Peusada untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi pelayanan air bersih di Ranto Peureulak, termasuk kendala yang menyebabkan pasokan tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
Masyarakat juga meminta adanya solusi nyata, baik melalui perbaikan jaringan, peningkatan kapasitas distribusi maupun penyediaan sumber air alternatif apabila jaringan PDAM belum mampu memenuhi kebutuhan warga.
“Yang kami minta bukan sesuatu yang berlebihan. Kami hanya membutuhkan air bersih. Kalau PDAM bisa melayani, silakan layani kami dengan baik. Kalau tidak bisa, putuskan saja jaringannya agar kami bisa mencari solusi lain dan tidak lagi menunggu sesuatu yang belum pasti,” ungkap Effendi.
Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Perumda Tirta Peusada, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat Ranto Peureulak tidak kembali menjadi persoalan yang berlarut-larut.



Posting Komentar