Tampil di Konferensi Internasional Malaysia, Rektor USCND Langsa Paparkan Materi Artificial Intelligence dan Pendekatan Multikultural Dapat Meningkatkan Motivasi Kewirausahaan Mahasiswa Keperawatan

Table of Contents
Rektor Foto. Rektor Universitas Sains Cut Nyak Dhien (USCND) Langsa, Dr (Cand) Husaini M.Pd, tampil sebagai pembicara pada ajang bergengsi 2026 Joint International Conference and Symposium on Education yang berlangsung di kampus International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur (emiljunior)



Faktaberita24.com.Kuala Lumpur,___Rektor Universitas Sains Cut Nyak Dhien (USCND) Langsa, Dr (Cand) Husaini M.Pd, tampil sebagai pembicara pada ajang bergengsi 2026 Joint International Conference and Symposium on Education yang berlangsung di kampus International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur, pada 19–21 Juni 2026.


Konferensi internasional ini mengusung tema “Advancing Education in a Global World: Perspectives on AI and Multicultural View”. Acara terselenggara atas kerja sama Kulliyah of Education IIUM Malaysia dengan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, menghadirkan pakar pendidikan, dosen, peneliti, serta mahasiswa pascasarjana dari berbagai negara.


Dalam forum ilmiah berskala internasional tersebut, Dr (Cand) Husaini M.Pd mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Artificial Intelligence and Multicultural Learning Perspectives in Enhancing Entrepreneurial Motivation among Nursing Students at Universitas Sains Cut Nyak Dhien Langsa, Aceh.” Paparan ini menyoroti bagaimana penerapan Artificial Intelligence dan pendekatan multikultural dapat meningkatkan motivasi kewirausahaan mahasiswa keperawatan, sekaligus memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan global.


Acara bertaraf internasional ini menampilkan diskusi interaktif, pertukaran gagasan, serta presentasi riset terbaru dari berbagai negara. Kehadiran Rektor USCND Langsa menjadi bukti kontribusi akademisi dari Aceh, khuususnya Kota Langsa dalam percaturan pendidikan pada peringkat antara bangsa. Keterlibatan ini tidak hanya menegaskan bahwa institusi daerah mampu bersaing di level global, tetapi juga membuka peluang kolaborasi strategis dalam penelitian lintas negara. Melalui pemikiran-pemikiran yang disampaikan, delegasi dari Langsa berhasil menunjukkan bahwa inovasi akademik dari ujung barat Indonesia memiliki relevansi kuat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di ranah internasional.


Selain mengikuti berbagai sesi ilmiah yang padat, para peserta konferensi juga diajak untuk mengikuti program study tour ke sejumlah destinasi educational tourism terkemuka di Malaysia. Kunjungan lapangan ini dirancang bukan sekadar sebagai sarana rekreasi, melainkan sebagai wadah observasi langsung terhadap integrasi antara sistem pendidikan kualitas dunia dan pengelolaan pariwisata yang profesional. Melalui pengalaman imersif ini, para akademisi dan praktisi pendidikan dapat melihat bagaimana infrastruktur kampus, pusat penelitian, serta situs sejarah dan budaya dikemas secara menarik sehingga mampu menjadi daya tarik wisata yang bernilai edukasi tinggi.


Momentum berharga ini diharapkan dapat menghasilkan berbagai kajian komprehensif serta rekomendasi strategis mengenai potensi besar dunia pendidikan untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan, khususnya bagi pelajar asing. Keberhasilan Malaysia dalam mengawinkan sektor pendidikan dan pariwisata membuktikan bahwa program edutourism tidak hanya efektif dalam memperluas wawasan lintas budaya, tetapi juga mampu mendatangkan devisa negara dan memperkuat citra akademis di kancah internasional. Hasil studi dari konferensi ini nantinya dapat menjadi cetak biru bagi negara-negara lain untuk mulai mengoptimalkan aset-aset institusi pendidikan mereka menjadi magnet pariwisata global yang edukatif dan berkelanjutan.


Dalam keterangan singkat kepada media?? usai sesi konferensi, Rektor Husaini menyampaikan: “Kami ingin menunjukkan bahwa integrasi teknologi kecerdasan buatan dengan perspektif multikultural bukan hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa. Hal ini penting agar lulusan kita tidak hanya siap bekerja, tetapi juga siap menciptakan peluang di tengah tantangan global.”

Rektor Universitas Sains Cut Nyak Dhien (USCND) Langsa, Husaini, M.Pd., dikenal luas sebagai sosok akademisi yang sangat aktif, progresif, dan berdedikasi tinggi dalam dunia pendidikan serta penelitian. Di bawah kepemimpinannya, USCND Langsa terus didorong untuk keluar dari zona nyaman dan aktif membangun jejaring akademik yang luas. Komitmen ini tidak hanya ia tunjukkan dalam memimpin tata kelola internal kampus di Aceh, tetapi juga tercermin dari kontribusi nyatanya yang sering tampil sebagai pemateri maupun peserta aktif di berbagai forum ilmiah, baik di tingkat nasional hingga internasional.

Salah satu kiprah internasional terbaru beliau adalah partisipasinya dalam konferensi ilmiah strategis yang digelar di Malaysia baru-baru ini. Kehadiran Husaini, M.Pd., dalam forum bergengsi tersebut menjadi momentum penting untuk membawa nama harum Aceh, khususnya Kota Langsa, ke panggung akademik global. Di sana, ia tidak hanya berbagi perspektif mengenai inovasi pendidikan, tetapi juga menjajaki berbagai peluang kolaborasi strategis—seperti program pertukaran pelajar dan riset kolaboratif—guna mempercepat visi USCND menjadi kampus yang unggul dan berdaya saing di tingkat antarabangsa.(Emiljunior)

Posting Komentar

 


 

Selamat hari raya Idhul Adha