Dosen STAI Aceh Tamiang Paparkan Solusi Ekonomi Islam untuk Kesejahteraan Sosial di Konferensi Internasional CIVITAS 2026
![]() |
| Foto:Dr (C). Maulana Ira, S.H., M.H., |
Faktaberita24. Com – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Aceh Tamiang menunjukkan taringnya di kancah akademik internasional. Salah satu dosennya, Dr (C). Maulana Ira, S.H., M.H., ,sukses tampil sebagai salah satu presenter dalam perhelatan akbar Konferensi Internasional CIVITAS (Conference on International Visions, Innovation, and Transformative Action for Society) 2026 dipusatkan di Cakrawala Nusantara Hall, Universitas Nusantara PGRI Kediri secara luring dan daring, Sabtu (27/06/2026).
Dalam konferensi yang dihadiri oleh para akademisi, peneliti, dan praktisi dari lebih 20 negara tersebut, Maulana Ira, mempresentasikan hasil penelitian mendalamnya yang berjudul "Reorientasi Keadilan Distributif: Solusi Ekonomi Islam Untuk Kesejahteraan Sosial".
Penelitian ini menyoroti urgensi penataan ulang sistem distribusi kekayaan dalam tatanan ekonomi modern. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa ketimpangan sosial yang terjadi saat ini memerlukan alternatif nyata, dan instrumen ekonomi Islam menawarkan jawaban yang komprehensif.
"Ekonomi Islam bukan sekadar tentang transaksi bebas riba, melainkan tentang bagaimana keadilan distributif ditegakkan melalui instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF). Jika instrumen ini direorientasi dan dikelola dengan tata kelola modern, kita bisa menciptakan jaring pengaman sosial yang kokoh demi kesejahteraan masyarakat luas," ujar Maulana Ira saat memaparkan materinya.
Pada kesempatan tersebut, ia tak lupa menghaturkan ucapan terimakasih kepada pimpinan kampus yang selalu mendorong pengembangan dan peningkatan kompetensi dosen di lingkungan STAI Aceh Tamiang.
" Kepada pimpinan kampus saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga, tampilnya saya di konferensi ini adalah bukti nyata komitmen STAI Aceh Tamiang dalam mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian publikasi ilmiah bertaraf internasional. Semoga sedikit ilmu yang didiskusikan hari ini dapat memotivasi rekan-rekan dosen lain untuk terus berkarya," ungkap Maulana Ira.
Konferensi Internasional CIVITAS 2026 sendiri menjadi wadah krusial tahun ini bagi para intelektual dunia untuk saling bertukar gagasan transformatif demi menjawab tantangan sosial masyarakat global di masa depan. Melalui momentum ini, STAI Aceh Tamiang menegaskan posisinya untuk terus berkontribusi dalam melahirkan solusi-solusi berbasis nilai keislaman untuk isu-isu universal.




Posting Komentar