![]() |
| Dr. Muhammad Dayyan, M. Ec Akademisi Aceh Timur |
IDI RAYEUK – Akademisi asal Aceh Timur, Muhammad Dayyan, menyatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya tren ujaran fitnah dan penyebaran informasi bohong (hoaks) di ruang digital yang menyasar Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky.
Dalam keterangannya kepada media, Dayyan menekankan bahwa meski kritik adalah instrumen penting dalam demokrasi, penyampaiannya harus tetap berpijak pada fakta dan etika yang berlaku.
Menurut Dayyan, dinamika publik di media sosial belakangan ini cenderung melampaui batas kritik kebijakan yang sehat. Ia menyayangkan adanya tuduhan-tuduhan tanpa bukti yang justru dapat memperkeruh suasana daerah.
"Kami meyakini bahwa kritik terhadap kebijakan publik adalah bagian dari demokrasi yang sehat. Namun, menyebarkan tuduhan tanpa bukti jelas bertentangan dengan etika akademik dan nilai-nilai Aceh yang menjunjung tinggi adab dan tabayyun," ujar Muhammad Dayyan.
Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat bahwa identitas masyarakat Aceh sangat kental dengan prinsip klarifikasi atau tabayyun sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi. Hal ini penting agar ruang digital tidak menjadi sarana penghancuran karakter seseorang.
Sebagai bagian dari insan akademis, Dayyan mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Timur untuk bertransformasi dalam menyampaikan aspirasi. Ia mendorong terciptanya dialog yang membangun demi kemajuan daerah.
Dukungan Pembangunan: Masyarakat diajak mendukung pemerintah yang sedang bekerja demi kemajuan Aceh Timur.
Pengawasan Beradab: Tetap menjalankan fungsi kontrol sosial namun dengan cara yang santun dan sesuai norma hukum.
Literasi Digital: Mengimbau warga net agar lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya ke publik.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan dialog konstruktif dan mendukung pemimpin yang sedang bekerja untuk kemajuan daerah, sambil tetap melakukan pengawasan terhadap kebijakan yang diambil" tutup Dr Muhammad Dayyan M Ec

